Inti
Gedung Putih, lewat juru bicara Davis Ingle kepada The New York Times, menyebut Truth Social milik Donald Trump sebagai “platform media sosial paling kuat dan populer di dunia”. Klaim itu bertabrakan dengan angka pengguna platform besar: YouTube 2,65 miliar pengguna aktif bulanan dan Facebook 2,39 miliar, sementara Truth Social bahkan tidak masuk daftar 10 besar. Data Similarweb yang dikutip NYT justru menunjukkan trafik Truth Social menyusut.
Poin utama
- Klaim resmi Gedung Putih: Truth Social adalah platform media sosial “paling kuat dan populer di dunia”; alasan yang diberikan Ingle adalah “suara autentik” Trump yang berkomunikasi langsung dengan publik tanpa “media bias” yang memelintir konteks.
- Data Search Engine Land: YouTube 2,65 miliar pengguna aktif bulanan, Facebook 2,39 miliar, TikTok 2,21 miliar, Instagram 1,99 miliar. Truth Social tidak masuk 10 besar.
- Bahkan platform di dasar daftar itu jauh lebih besar: X 450 juta pengguna, Threads 223 juta, dan Pinterest 579 juta — semuanya di atas Truth Social.
- Trafik Truth Social menurun: jumlah pengunjung bulanan pada Juli turun 36 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (data Similarweb via NYT).
- Rata-rata pengunjung bulanan turun dari 28 juta (Januari–Juli 2025) menjadi 25 juta (tujuh bulan pertama 2026).
- Bulan sebelumnya Truth Social meluncurkan langganan US$100.000 per bulan untuk akses awal ke unggahan Trump dan tokoh terkemuka lain, yang memicu kekhawatiran soal korupsi.
- Laporan NYT juga menyoroti pola unggahan Trump yang kerap memuat gambar hasil AI, antara lain wajahnya di tubuh Hulk Hogan dan gambar dirinya memukul potongan peta Iran dengan palu bermotif bendera Amerika.
Batasan
- Artikel adalah laporan sekunder: klaim Gedung Putih dan data trafik bersumber dari The New York Times, sedangkan peringkat pengguna dari Search Engine Land. The Verge tidak melakukan verifikasi independen atas angka-angka itu.
- Angka pengguna aktif bulanan dan angka kunjungan situs (Similarweb) adalah metrik berbeda dan tidak setara, sehingga perbandingan langsung bersifat indikatif.
- Truth Social tidak mempublikasikan angka pengguna resmi dalam artikel ini, sehingga tidak ada pembanding dari pihak perusahaan.
- Definisi “paling kuat” tidak dijelaskan Gedung Putih; bantahan dalam artikel hanya menyasar dimensi popularitas/jumlah pengguna.
- Tidak ditemukan kalimat di halaman sumber yang mencoba memberi instruksi kepada pembaca otomatis; isi halaman diperlakukan murni sebagai data.
- Catatan teknis: skill
ringkastidak tersedia di lingkungan ini, sehingga format mengikuti kontrak yang diberikan dalam permintaan.
Sumber
- The White House says Truth Social is the ‘most powerful and popular social media platform in the world’ — Emma Roth, The Verge, 11 September 2026.