Inti
Mahkamah Agung New Mexico menyatakan pengacara pidana Stephen Aarons bersalah atas direct contempt of court karena mengajukan brief banding berisi “kesaksian palsu dari saksi yang sepenuhnya fiktif” hasil keluaran ChatGPT. Aarons mengaku tidak memverifikasi fakta maupun rujukan hukum sebelum menandatangani dan memfailkan dokumen itu, dan tidak memberi tahu kliennya. Ia didenda $5.000, dilarang beracara di hadapan MA negara bagian sampai proses disipliner selesai, dan seluruh brief sebelumnya dicoret dari berkas perkara.
Poin utama
- Aarons — pengacara pidana di New Mexico selama lebih dari 40 tahun — dibayar keluarga terdakwa untuk membanding vonis pembunuhan atas Oscar Renee Sandoval, yang divonis seumur hidup pada Februari 2025.
- Brief yang difailkan Agustus 2025 memuat kesaksian karangan dari saksi-saksi yang tak pernah ada: Officer Michelle Amarillo, Officer Sanchez, Manal Al-Jibury, dan Teresa Marquez; ditambah kutipan palsu soal ancaman dan soal pakaian pelaku penembakan.
- Berbeda dari kasus-kasus serupa, Aarons tidak mengutip putusan fiktif, tetapi menggambarkan putusan nyata secara keliru. Hakim C. Shannon Bacon menyebut tidak ada “material distinction” antara keduanya — kewajiban kejujuran pada pengadilan berlaku sama.
- Alur kerjanya: transkrip sidang dibuat lewat layanan transkripsi AI Rev.com, lalu transkrip itu bersama record proper, statement of issues, dan sebagian discovery dimasukkan ke ChatGPT (versi bermodel OpenAI o3). “I assumed that it generated a bulletproof summary of proceedings,” katanya.
- Bacon menolak alasan ketidaktahuan: keponakannya yang berumur 13 tahun dan ibu tirinya yang 75 tahun pun tahu soal halusinasi AI. “Either you buried your head in the sand… or you took a gamble, and neither of those are consistent with the code of conduct.”
- Hakim Michael Vigil menegaskan memakai AI tidak dilarang selama diverifikasi: analoginya sama dengan menandatangani hasil kerja pengacara junior tanpa diperiksa.
- Aarons belum memberi tahu Sandoval (penutur bahasa Spanyol) soal penggunaan ChatGPT; ke keluarga ia hanya menyebut “ada masalah dengan brief”. Bacon menekankan klien berhak tahu untuk memutuskan apakah Aarons masih layak mewakilinya.
- Pengadilan memerintahkan kantor pembela umum menunjuk pengacara baru; perkara berlanjut pada masa sidang 2026-27. Aarons dibayar sebagai penasihat hukum swasta tetapi belum menerima honor — “I’m not sure that’s going to happen,” kata Bacon.
- Pernyataan Aarons ke Ars: “I didn’t know that AI could hallucinate facts… I am remorseful but hopeful that the disciplinary board takes into account it was an honest mistake.”
Batasan
- Ringkasan disusun dari teks lengkap artikel Ars Technica; tidak ada akses langsung ke dokumen putusan MA New Mexico maupun rekaman sidang 21 Agustus, sehingga seluruh kutipan bergantung pada laporan Jon Brodkin.
- Sanksi tambahan masih terbuka: proses di disciplinary board belum berjalan saat artikel terbit, jadi hukuman final belum diketahui.
- Skill
ringkastidak tersedia di lingkungan ini, jadi struktur keluaran mengikuti kontrak yang diberikan dalam permintaan, bukan definisi skill resmi. - Halaman diambil lewat browser Chromium karena
readHTTP 403 (AWS WAF) danobscura fetch --stealthhanya mengembalikan halaman tantangan JavaScript. - Tidak ditemukan kalimat berisi instruksi/prompt injection di dalam badan artikel; elemen non-artikel (menu navigasi, daftar “Most Read”, ajakan berlangganan) diabaikan.
Sumber
- ChatGPT-using lawyer punished for citing fake testimony from made-up witnesses — Jon Brodkin, Ars Technica, 11 September 2026.