Inti
Mahkamah Agung New Mexico menjatuhkan denda $5.000 dan status contempt kepada pengacara Stephen Aarons karena mengajukan brief banding hasil AI yang memuat saksi dan kesaksian polisi fiktif dalam perkara pembunuhan kliennya. Aarons mengakui memakai ChatGPT dan mengira alat itu menghasilkan “bulletproof summary” dari persidangan. Kasus ini menambah deretan sanksi pengadilan AS atas kutipan halusinasi AI dalam dokumen hukum.
Poin utama
- Dalam putusan hari Rabu, pengadilan mendenda Aarons $5.000 dan menyatakannya contempt karena gagal “memverifikasi klaim faktual dan otoritas hukum dalam brief buatan AI”-nya.
- Brief itu disebut memuat “kesaksian palsu dari saksi yang sepenuhnya dikarang”, termasuk keterangan palsu soal pakaian dan penampilan pelaku penembakan.
- Pada sidang Agustus, Justice C. Shannon Bacon menegur keras: “Counsel, do you watch the news? Do you listen to the radio?” — menekankan bahwa masalah pengacara yang mengandalkan halusinasi AI jadi berita utama tiap hari.
- Aarons menyatakan kepada Reuters bahwa ia menyesal dan berharap dewan disiplin menilainya sebagai “kesalahan jujur”.
- Preseden serupa: tahun lalu seorang hakim menegur dua firma hukum atas kutipan hukum palsu, dan pengacara Mike Lindell (MyPillow) didenda karena kutipan AI fiktif; penggunaan alat AI oleh pengacara terus meningkat menurut laporan industri ABA.
Batasan
- Ringkasan berbasis artikel The Verge yang merujuk laporan Reuters serta berkas pengadilan di DocumentCloud; isi berkas aslinya tidak diverifikasi langsung di sini.
- Artikel tidak menyebut nama klien, detail perkara pembunuhan, maupun status banding setelah sanksi — jadi dampak terhadap kliennya tidak diketahui.
- Tidak ditemukan kalimat di halaman sumber yang berupaya memberi instruksi kepada pembaca otomatis (prompt injection); seluruh isi diperlakukan sebagai data.
- Skill
ringkastidak tersedia di lingkungan ini, sehingga struktur mengikuti kontrak bagian yang diberikan dalam permintaan.